Remaja Dan Narkotika
Secara subjektif individual, penyalahgunaan narkotika oleh kaum remaja sebagai salah satu akselarasi upaya individual/subjek agar dapat mengungkap dan menangkap kepuasan yang belum pernah dirasakan dalam kehidupan keluarga yang hakikatnya menjadi kebutuhan primer dan fundamental bagi setiap individu; terutama bagi anak remaja yang seadang tumbuh dan berkembang dalam segala aspek kehidupannya.
Akselarasi di bidang ilmu kedokteran dan farmakologi dan ilmu yang relevan dengan keduanya serta ilmu pengetahuan lainnya sebagian besar ditunjang oleh pesatnya minat peneliti ilmiah; di samping penelitian ilmiah sendiri merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan percepatan di bidang ilmu pengetahuan yang eksistensinya merupakan integralitas dengan kehidupan manusia di dalam menyikapi, membenahi tuntutan-tuntutan kosmos baik secara makro maupun mikro.
Hingga kini akselarasi yang dialami oleh tiap-tiap disiplin ilmu pengetahuan dapat memberikan jaminan positif bagi kehidupan manusia. Percepatan dalam bidang ilmu kedokteran dan pharmologi kadang-kadang menuntut sarana dan prasarana khusus baik dalam upaya operasionalisasi maupun visualisasi dalam bentuk yang heterogen. Kemajuan yang dicapai di bidang kedokteran dan parmasi dapat memberi jaminan yang memadai bagi pemeliharaan kesehatan masyarakat.
Dewasa ini usaha besar di bidang pengobatan dan rehabilitasi pasien di rumah-rumah sakit menuntut sarana terlengkap dan peralatan yang lebih prima agar upaya penting tersebut dapat dicapai hasil yang diharapkan. Kerap kali pengobatan dan penyembuhan hanya dapat dilakukan dengan usaha pembedahan/operasi terhadap organ tubuh teartentu sehingga aktifitas ini selain menuntut skill yang profesional dengan peralatan yang prima; juga memerlukan zat-zat khusus untuk menjaga pengamanan pasien disaat pembedahan (operasi) berlangsung.
Dalam hal ini biasanya tim dokter dapat melakukan pembiusan dengan menggunakan obat bius jenis narkotika. Penggunaan Narkotika di bidang kedokteran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan memang dapat dinikmati manfaatnya oleh para ilmuan dan ahli-ahli lain yang profesional. Semaraknya pemakaian zat tersebut di bidang kemanusiaan dan kemaslahatan ummat dibarengi dengan penggunaan untuk keperluan yang cenderung distruktif; bahkan distruktif sama sekali.
Dewasa ini penggunaan narkotika tersebut telah menyebar di kalangan masyarakat luas akan tetapi masyarakat tidak meamanfaatkan zat tersebut sebagaimana para ahli kesehatan dan peneliti; dalam hal ini telah terjadi penyalahgunaan narkotika. Pengunaan narkotika dengan dosis teratur dapat bermanfaat sesuai dengan tujuan, Sedang penggunaan dengan dosis yang melebihi ukuran normal; apalagi dalam kasus enyalahgunaanakan menimbulakn efek negatif baik dalam kondisi additation maupun dependen. Bahaya penyalahgunaan narkotika terletak pada sifat tolerance dan escaelation. Efek-efek negatif penyalahgunaan narkotika akan meningkat sesuai dengan kuantitas dan kualitasnya.
Tingkatan tersebut ialah: euphoria, delirium, hailuciation, weakniss dan drowsiness. Penggunaan dosis yang tinggi dapat mencapai efek yang paling parah yakni drowsiness, dalam kondisi ini pemakai mengalami penurunan kesadaran seperti sedang setengah tidur dengan ingatan yang kacau. Apabila pemakai mengalami kelemahan pisik maupun psikhis, atau salah satu saja dari keduanya, kondisi ini sebagai akibat dari tingkat efek weakniss.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini penyalahgunaan narkotika sebagian dilakukan oleh kaum remajs di koto-kota besar. Jika ditelusuri secara cermat memang sangat sulit untuk mencari korelasi timbulnya kasus penyalahgunaan narkotika oleh anak remaja dengan kondisi-kondisi tertentu”. Uraian yang disampaikan oleh Agus Purwanto, Dosen Unila, Lampung.
Dalam sebuah hasil penelitian ilmiah, seorang psichiater Dr. Graham Blaine antara lain mengemukakan bahwa biasanya seorang remaja mempergunakan narkotika dengan beberapa sebab yaitu:
- Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya seperti: ngebut, berkelahi, bergaul dengan wanita dan lain-lain.
- Untuk menunjukkan tindakan menentang otoritas terhadap orang tua atau guru atau norma-norma sosial.
- Untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan seks.
- Untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman-pengalaman emosional.
- Untuk mencari dan menemukan arti dari pada hidup.
- Untuk mengisi kekosongon dan kesepian/kebosanan.
- Untuk menghilangkan kegelisahan, frustasi dan ketepatan hidup.
- Untuk mengikuti kemauan kawan-kawan dalam rangka pembinaan solidaritas.
- Hanya iseng-iseng atau didorong rasa ingin tahu.
Dari : http://www.facebook.com/note.php?note_id=170131298183

Tidak ada komentar:
Posting Komentar