Kamis, 10 Juni 2010

VIDEO BAHAYA NARKOBA

Salah satu bahaya dari narkoba dapat disaksikan melalui video berikut :

SELAMATKAN REMAJA DARI NARKOBA

Remaja Dan Narkotika
Secara sosiologis, penyalahgunaan narkotika oleh kaum remaja merupakan perbuatan yang disadari berdasarkan pengetahuan / pengalaman sebagai pengaruh langsung maupun tidak langsung dari proses interaksi sosial.

Secara subjektif individual, penyalahgunaan narkotika oleh kaum remaja sebagai salah satu akselarasi upaya individual/subjek agar dapat mengungkap dan menangkap kepuasan yang belum pernah dirasakan dalam kehidupan keluarga yang hakikatnya menjadi kebutuhan primer dan fundamental bagi setiap individu; terutama bagi anak remaja yang seadang tumbuh dan berkembang dalam segala aspek kehidupannya.

Akselarasi di bidang ilmu kedokteran dan farmakologi dan ilmu yang relevan dengan keduanya serta ilmu pengetahuan lainnya sebagian besar ditunjang oleh pesatnya minat peneliti ilmiah; di samping penelitian ilmiah sendiri merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan percepatan di bidang ilmu pengetahuan yang eksistensinya merupakan integralitas dengan kehidupan manusia di dalam menyikapi, membenahi tuntutan-tuntutan kosmos baik secara makro maupun mikro.

Hingga kini akselarasi yang dialami oleh tiap-tiap disiplin ilmu pengetahuan dapat memberikan jaminan positif bagi kehidupan manusia. Percepatan dalam bidang ilmu kedokteran dan pharmologi kadang-kadang menuntut sarana dan prasarana khusus baik dalam upaya operasionalisasi maupun visualisasi dalam bentuk yang heterogen. Kemajuan yang dicapai di bidang kedokteran dan parmasi dapat memberi jaminan yang memadai bagi pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Dewasa ini usaha besar di bidang pengobatan dan rehabilitasi pasien di rumah-rumah sakit menuntut sarana terlengkap dan peralatan yang lebih prima agar upaya penting tersebut dapat dicapai hasil yang diharapkan. Kerap kali pengobatan dan penyembuhan hanya dapat dilakukan dengan usaha pembedahan/operasi terhadap organ tubuh teartentu sehingga aktifitas ini selain menuntut skill yang profesional dengan peralatan yang prima; juga memerlukan zat-zat khusus untuk menjaga pengamanan pasien disaat pembedahan (operasi) berlangsung.

Dalam hal ini biasanya tim dokter dapat melakukan pembiusan dengan menggunakan obat bius jenis narkotika. Penggunaan Narkotika di bidang kedokteran, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan memang dapat dinikmati manfaatnya oleh para ilmuan dan ahli-ahli lain yang profesional. Semaraknya pemakaian zat tersebut di bidang kemanusiaan dan kemaslahatan ummat dibarengi dengan penggunaan untuk keperluan yang cenderung distruktif; bahkan distruktif sama sekali.

Dewasa ini penggunaan narkotika tersebut telah menyebar di kalangan masyarakat luas akan tetapi masyarakat tidak meamanfaatkan zat tersebut sebagaimana para ahli kesehatan dan peneliti; dalam hal ini telah terjadi penyalahgunaan narkotika. Pengunaan narkotika dengan dosis teratur dapat bermanfaat sesuai dengan tujuan, Sedang penggunaan dengan dosis yang melebihi ukuran normal; apalagi dalam kasus enyalahgunaanakan menimbulakn efek negatif baik dalam kondisi additation maupun dependen. Bahaya penyalahgunaan narkotika terletak pada sifat tolerance dan escaelation. Efek-efek negatif penyalahgunaan narkotika akan meningkat sesuai dengan kuantitas dan kualitasnya.

Tingkatan tersebut ialah: euphoria, delirium, hailuciation, weakniss dan drowsiness. Penggunaan dosis yang tinggi dapat mencapai efek yang paling parah yakni drowsiness, dalam kondisi ini pemakai mengalami penurunan kesadaran seperti sedang setengah tidur dengan ingatan yang kacau. Apabila pemakai mengalami kelemahan pisik maupun psikhis, atau salah satu saja dari keduanya, kondisi ini sebagai akibat dari tingkat efek weakniss.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini penyalahgunaan narkotika sebagian dilakukan oleh kaum remajs di koto-kota besar. Jika ditelusuri secara cermat memang sangat sulit untuk mencari korelasi timbulnya kasus penyalahgunaan narkotika oleh anak remaja dengan kondisi-kondisi tertentu”. Uraian yang disampaikan oleh Agus Purwanto, Dosen Unila, Lampung.

Dalam sebuah hasil penelitian ilmiah, seorang psichiater Dr. Graham Blaine antara lain mengemukakan bahwa biasanya seorang remaja mempergunakan narkotika dengan beberapa sebab yaitu:

  1. Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya seperti: ngebut, berkelahi, bergaul dengan wanita dan lain-lain.

  2. Untuk menunjukkan tindakan menentang otoritas terhadap orang tua atau guru atau norma-norma sosial.

  3. Untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan seks.

  4. Untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman-pengalaman emosional.

  5. Untuk mencari dan menemukan arti dari pada hidup.

  6. Untuk mengisi kekosongon dan kesepian/kebosanan.

  7. Untuk menghilangkan kegelisahan, frustasi dan ketepatan hidup.

  8. Untuk mengikuti kemauan kawan-kawan dalam rangka pembinaan solidaritas.

  9. Hanya iseng-iseng atau didorong rasa ingin tahu.

Dari : http://www.facebook.com/note.php?note_id=170131298183

IDENTITAS SISWA

Nama : Muhammad Hao Wien Soe Luke
Tempa/Tgl Lahir : Kendal, 28 Januari 1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kelas : VIII a
Asal Sekolah : MTs NU 09 Gemuh
Alamat : Desa Pucangrejo Rt. 03 Rw. 06 Kec. Gemuh
Kabupaten Kendal 51356

Senin, 07 Juni 2010

NARKOBA

Gejala-Gejala Pemakaian Narkoba Yang Berlebihan

1. Opiat (heroin, morfin, ganja)
- perasaan senang dan bahagia
- acuh tak acuh (apati)
- malas bergerak
- mengantuk
- rasa mual
- bicara cadel
- pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
- gangguan perhatian/daya ingat

2. Ganja
- rasa senang dan bahagia
- santai dan lemah
- acuh tak acuh
- mata merah
- nafsu makan meningkat
- mulut kering
- pengendalian diri kurang
- sering menguap/ngantuk
- kurang konsentrasi
- depresi

3. Amfetamin (shabu, ekstasi)
- kewaspadaan meningkat
- bergairah
- rasa senang, bahagia
- pupil mata melebar
- denyut nadi dan tekanan darah meningkat
- sukar tidur/ insomnia
- hilang nafsu makan

4. Kokain
- denyut jantung cepat
- agitasi psikomotor/gelisah
- euforia/rasa gembira berlebihan
- rasa harga diri meningkat
- banyak bicara
- kewaspadaan meningkat
- kejang
- pupil (manik mata) melebar
- tekanan darah meningkat
- berkeringat/rasa dingin
- mual/muntah
- mudah berkelahi
- psikosis
- perdarahan darah otak
- penyumbatan pembuluh darah
- nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
- distonia (kekakuan otot leher)

5. Alkohol
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian
- nafas bau alkohol

6. Benzodiazepin (pil nipam, BK, mogadon)
- bicara cadel
- jalan sempoyongan
- wajah kemerahan
- banyak bicara
- mudah marah
- gangguan pemusatan perhatian

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkotika dan Zat adiktif

a. Fisik
- berat badan turun drastis
- mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
- tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
bekas suntikan
- buang air besar dan kecil kurang lancar
- sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas

b. Emosi
- sangat sensitif dan cepat bosan
- bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang
- emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
- nafsu makan tidak menentu

c. Perilaku
- malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
- menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
- sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit
dan pulang lewat tengah malam
- suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan
barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga
miliknya, banyak yang hilang
- selalu kehabisan uang
- waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang
gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya
- takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
- sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala
“putus zat”
- sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tib

a tampak manis bila ada maunya,
seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat
- sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
- mengalami jantung berdebar-debar
- sering menguap
- mengeluarkan air mata berlebihan
- mengeluarkan keringat berlebihan
- sering mengalami mimpi buruk
- mengalami nyeri kepala
- mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi

DARI : http://nusaindah.tripod.com/narkoba.htm